Tari Remo : Tari Tradisional Kebanggaan Jawa Timur, Melambangkan Keperkasaan, Kepiawaian, dan Kesaktian Kesatria Jawa Tempo Dulu



tari remo

Tari Remo (terkadang disebut juga Remong) adalah sebuah tarian yang lahir dari kawasan budaya Arek, di bagian pusat Jawa Timur.

Sebagian besar orang menganggap Reog Ponorogo adalah tarian maskot Jawa Timur.

Namun selain Reog, salah satu tarian yang sangat familiar bagi masyarakat Jawa Timur  adalah Tari Remo.

Joglo Situbundo : Rumah Adat Jawa Timur Dengan Ciri Khasnya Yang Unik




joglo situbundo

Nama rumah adat provinsi Jawa Timur disebut dengan Joglo Situbondo
Daerah Jawa Timur yang masih mempertahankan ciri khas bangunan Joglo Situbundo di daerah Ponorogo.
Karena letak yang berdekatan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur membuat rumah adat kedua provinsi ini hampir sama bentuk, makna dan filosofinya.

Pakaian Adat Jawa Timur : Jenis dan Makna Pakaian Adat Jawa Timur

pakaian adat jawa timur

Motif dan corak yang terdapat pada pakaian adat Jawa Timur mencerminkan ketegasan namun juga tetap berkesan sederhana dengan menjunjung tinggi etika.
Model pakaian adat yang serba longgar dan pemakaiannya yang terbuka melambangkan sifat kebebasan dan keterbukaan orang Jawa Timur.
Kesederhanaan bentuk baju ini pun menunjukkan kesederhanaan masyarakatnya, teguh dan keras.

Tari Bedhaya Yogyakarta : Tari Tradisional Yogyakarta yang Mempunyai Makna Simbolik Filosofis Yang Tinggi



Tari Bedhaya Yogyakarta
Tari Bedhaya merupakan tari klasik yang sangat tua usianya dan merupakan kesenian asli Jawa.  
Tari Bedhaya yang tertua adalah Bedhaya Semang yang diciptakan oleh Hamengku Buwono I pada tahun 1759, dengan cerita perkawinan Sultan Agung dari Mataram dengan Ratu Kidul yang berkuasa di samudera Indonesia.

Sebagai sebuah genre tari, spesifikasi Bedhaya antara lain :
1.     Penari putri yang pada umumnya berjumlah sembilan dan mempergunakan rias busana yang serba kembar.
2.     Bedhaya sebagai salah satu genre tari Jawa, telah dijadikan sumber referensi dalam penyusunan
3.     Tari Bedhaya memiliki muatan makna simbolik dan filosofis yang tinggi dan dalam, sehingga menjadi contoh yang paling tepat bagi cara penerapan konsep alus-kasar dalam tari Jawa.

Bangsal Kencono : Rumah Adat Yogyakarta Sebagai Poros Utama Identitas Budaya Masyarakat Yogyakarta




Bangsal Kencono

Bangsal Kencono merupakan sebuah bangunan Pendopo. Halamannya sangat luas, yakni lebih dari 14.000 m2. Di depannya terdapat patung dua raksasa yang memegang gada.

Bangsal Kencono dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1756 M.

Bangsal Kencono digunakan untuk acara-acara kesultanan dan keagamaan,  misalnya Jumenengan (peringatan sultan naik tahta), Ngabektan (dilakukan pada hari raya Idul Fitri)

Pakaian Adat Yogyakarta: Jenis-Jenis, Makna dan Filosofi Pakaian Adat Yogyakarta



pakaian adat yogyakarta

Pakaian adat Yogyakarta adalah pakaian yang digunakan secara turun temurun oleh masyarakat Yogyakarta. Memakai bahan katun, bahan sutera, kain sunduri (brocade), nilon, lurik, atau bahan-bahan estetis. Teknik pembuatannya ada yang ditenun, dirajut, dibatik, dan dicelup.

Selayaknya pakaian adat, penggunaan pakaian adat Yogyakarta sudah dibakukan secara adat, kapan dikenakan, dimana dikenakan, dan siapa yang mengenakannya. Sehingga bagi yang memakainya menunjukkan sikap yang teratur dan terkendali  namun tetap menunjukkan kewibawaan dan keanggunannya.

Pakaian Adat Jawa Tengah, Mempunyai Fungsi Praktis, Estetis, Religius, Sosial dan Simbolik

pakaian adat jawa tengah

Masyarakat Jawa Tengah memiliki kebiasaan untuk menggunakan baju adat daerah tidak hanya pada acara-acara tertentu saja tetapi pada kehidupan sehari-hari. Pada masyarakat di Jawa Tengah, khususnya di Surakarta fungsi pakaian cukup beragam, seperti pada masyarakat bangsawan pakaian mempunyai fungsi praktis, estetis, religius, sosial dan simbolik.